“Apa lo
liat-liat, suka lo ya?” ucapku asal.
“Iya gw suka sama
lo” jawab nya
“CIEEE” suara
riuh seluruh kelas.
Awal mula
perjalanan hubungan kami dari teman sekalas menjadi sepasang kekasih.
Sejujurnya bukan
dia yang ku mau. Tetapi teman nya yang sedang mendekati ku. Tapi ya aku sadar
diri seperti apa aku waktu itu.
Sebenernya dia
berniat menyatakan cinta nya tepat di tanggal ulang tahun ayah ku. Tapi aku
masih belum rela tanggal itu harus menjadi spesial lagi. Bagiku tanggal itu
hanya satu untuk ayah ku.
Selepas pulang
sekolah dia mengajak aku untuk bicara. Karena aku yang mendesak nya, agar dia
tidak memakai tanggal itu.
Sekolah sudah
mulai sepi. Teman-teman kami yang tahu menunggu diluar kelas.
“apaan sih lo
kelamaan dah. Mau ngomong apaan sih” desakku
“gw pengen nya
nembak lo pas tanggal 10 tapi lo nya
maksa mulu”
“dih apaan sih.
Mau ngapain lo nembak gw di tanggal lahir bokap gw? Gak boleh!” kata ku
“ya biar spesial
gitu” jawab nya
“udah males
kelamaan lo, gw mau balik” ucap ku kesal
“iya iya. Tunggu
dulu dong. Gw deg-degan ini. Lo mau gak jadi cewek gw” tanya dia
“bilang gitu aja
pake lama. Yaudah iya gw mau jadi cewek lo. Gw balik ya, udah kan” ucapku asal
menerima permintaan dia untuk menjadi kekasih nya. Rasa suka belum aku rasakan
saat dia menyatakan cinta nya.
Hari kami lalui
bersama. Kebetulan aku sedang tinggal bersama kakek ku, dan rumah dia dekat
dengan rumah kakek. Setiap berangkat dan pulang sekolah dia selalu mengantarku.
Dengan Vespa Biru kesayangan nya.
Gaya pacaran kami
di tahun 2013 akhir samapai 2014 awal seperti gaya pacaran anak jaman sekarang.
Pasti kalian yang membaca ini mengerti maksud ku.
Usia ku lebih tua
satu tahun diatas nya, tapi kami satu angkatan. Ketika dia berulang tahun yang
ke 17, salah satu keinginannya adalah mendapatkan kejutan dari teman-teman nya
karena dia belum pernah mendapatkan hal seperti itu.
Aku dan
teman-teman yang lain merencanakan eksekusi kejutan untuk nya. Yang dimana aku
berpura-pura minta putus dan tidak perduli akan hari ulang tahun nya. Dia mulai
kesal dan marah.
Teman-teman ku membantuku untuk mengulur waktu, karena hari
itu dadakan dan aku tidak menyiapkan hadiah khusus untuk dia, aku bergegas ke
salah satu pasar swalayan dekat dengan sekolah bersama sahabat ku untuk membeli
kue kecil. Harga memang tidak seberapa, tapi aku mulai menyadari bahwa ya
ketulusan nya membuat aku membuka hati untuk nya.
Dalam posisi dia
di ikat di tiang gawang, teman-teman yang lain mulai membaluri nya dengan
tepung dan telur, seperti membuat kue. Dia nangis. Saat dia nangis aku
mambawakan kue kecil itu dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Ketika acara itu
sudah selesai. Salah satu guru favorite ku bilang seperti ini, “kamu cantik
loh, kok mau sama dia sih” tanya guru cantik favorite ku
“yah bu nama nya
udah pake hati mah gak pandang dia ganteng atau jelek bu” jawabku sambil
tersenyum
“dasar kamu.
Yaudah sana pulang, jangan lupa itu di bersihin lapangan nya”
“oke ibu cantik”
kataku
Sejujurnya, ada
rintangan kecil yang kami hadapi. Yang dimana kami tertangkap basah orang tua
nya dan itu membuat aku merasa bersalah karena hal itu. Selama sebulan aku
tidak pernah lagi kerumah, bahkan sampai detik kami berpisah aku tidak pernah
lagi berkunjung ke rumah nya karena malu.
Kami pernah
berdebat hingga dia menangis. Dia cemburu karena ada salah satu rekan kerja ku
saat training dulu mengirimkan pesan mesra kepada ku. Walaupun aku membalas
seadanya tapi dia kecewa. Disitu aku baru pertama kali melihat tangisan lelaki
paling tulus.
Maaf. Telah
membuatmu menangis.
Hari kelulusan
tiba. Harusnya aku bersama teman-teman ikut merayakan nya dengan mencoret-coret
baju. Tapi dia melarangku untuk ikut. Entahlah kenapa dia seperti itu.
Setelah lulus aku
mulai bekerja di tempat aku training dulu. Kami mulai jarang bertemu, walaupun
dia sering bilang ingin ketemu. Dan ya maaf sekali lagi membuat mu kecewa.
Disaat kamu mengharapkan kehadiran ku tetapi aku mulai melupakanmu dengan
kesibukanku bekerja dan ada seseorang yang mulai aku suka.
Banyak yang
bilang ketika hubungan yang di mulai dari masa sekolah tidak banyak yang awet.
Itu berlaku untuk hubungan ku dengan dia. Teman-teman ku yang lain masih awet
sampai sekarang. Aku baru sadar itu sekarang kalau itu tergantung dari diri
kita sendiri untuk komitmen setia terhadap pasangan.
Hubungan kami
hanya berjalan mungkin sekitar 9 bulan. Tapi banyak kenangan yang masih aku
ingat hingga sekarang.
Ketika si Vespa
Biru itu mogok aku setia menemani nya mendorong motor nya.
Ketika ban
belakang vespa nya tiba-tiba lepas.
Ketika dia membelikan
aku sebuah boneka yang berkacamata sesuai dengan dirinya yang memakai
kacamata.
Itu hadiah pertama dari dia, aku yang memilih. Lucu.
Hadiah
anniversary kami yang ke 6 bulan dia memberikan aku secangkir gelas yang
bergambarkan kami berdua. Entah gelas itu ada dimana sekarang. Tetapi boneka
nya masih aku simpan dengan baik.
Kini kami punya
kehidupan masing-masing. Dia sudah bahagia dengan pasangan baru nya kini.
Sedangkan aku masih terus mencari arti kebahagiaan itu.
Terima kasih
sudah hadir di hidupku. Tidak apa kamu memblokir akses ku untuk mencari tahu
tentangmu. Aku pantas mendapatkan itu. Aku berharap kita masih bisa menjadi
teman seperti awal dulu sebelum kisah itu.
Terima kasih, dan
maaf pernah membuat mu kecewa dan menangis.
SHA
DEPOK, 28 MEI 2020