“ Semua kata
rindumu
Semakin membuatku
`tak berdaya
Menahan rasa
ingin jumpa
Percayalah padaku
akupun rindu kamu
Ku akan pulang
Melepas semua kerinduan
Yang terpendam...
”
Sepenggal lirik
lagu Dewa 19 yang berjudul “Kangen” membuat kami dekat. Yang tak disangka menjadi
sebagian kisah perjalanan hidup ku.
“ih mau dong bang
kirimin lagunya”
“hmm yaudah sini
gw kirim”
Percakapan
disebuah warung kopi di depan tempat aku training. Setelah dia mengirimkan file
lagu itu, kami bertukar nomor handphone. Yang pada saat itu dia masih
menggunakan handphone merk Esia.
Sebelumnya kami
memang memiliki misi rahasia. Yang dimana kami pura-pura dekat agar “Mereka”
cemburu. Aku memang sedang dekat dengan teman nya waktu itu. Dan dia juga
sedang mendekati sahabatku.
Tapi semesta
berkata lain.
Di salah satu
lantai di depan kamar tempat aku membantu nya membersihkan kamar itu.
“Lo sayang gak
sama gw?”
Aku diam sejenak.
Aku bingung jawab apa waktu itu.
“kalo lo serius
sayang sama gw, kita jalanin aja”
Aku menganggukan
kepala “ya gw sayang sama lo”
Entahlah. Itu
jawaban dari hati atau dari mulut ku saja.
Tapi ku jalani
hari dengan ceria saat itu. Seminggu pertama hubungan kami berjalan bahagia.
Tanpa ada banyak yang tahu tentang hubungan kami. Alasan kami menyembunyikan
hubungan kami adalah perbedaan umur yang jauh dan kami di lingkungan kerja yang
sama. 16 tahun perbedaan umur kami.
Hanya
sahabat-sahabat ku yang tahu tentang hubungan kami. Sebulan hubungan kami
lewati bahagia.
Setiap sabtu dia membawa motor RX KING kesayangan nya. Dan aku
harus menunggu nya di dekat lampu merah agar tidak ada yang melihat kami pulang
bersama.
Sedih sih harus
menjalani hari-hari seperti itu. Sampai kami harus berdebat karena aku lelah
harus menyembunyikan hubungan ini.
Hari jum’at aku
tidak masuk kerja karena sakit. Tapi dia menjemput ku untuk di ajak ke rumah
nya.
Kondisi ku saat itu sudah lebih baik memang. Lebih baik ketika bertemu
dengannya. Dengan motor RX KING kesayangan nya kami melewati jalan dengan
bahagia, hanya aku yang bahagia saat itu.
Mungkin hari itu akan bahagia untuk
nya, tapi aku menolak lebih jauh lagi. Aku takut akan di tinggalkan jika dia
sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.
Sore menjelang
maghrib dia mengantarkan aku pulang ke rumah. Tapi entah mengapa aku merasa ada
yang aneh di hari berikut nya. Memang beberapa hari kebelakang ini kami sering
beda pendapat.
Tapi lebih aneh setelah kejadian itu.
Pernah suatu hari
aku menemukan isi pesan yang membuat aku hancur. Ah, ternyata dia masih
mengaharapkan sahabatku. Bahkan dia juga mendekati sahabat ku yang lain.
Aku pernah salah.
Saat aku kecewa dengan dia, aku meluapkan nya di sosial media. Dan setelah itu
dia semakin berubah.
“gw gak suka
dikekang. Gw gak suka cewek cerewet. Kita udahan aja.” Isi pesan terakhir dia.
Hancur? Tentu.
Padahal aku hanya
ingin memberikan perhatian ku untuk nya, tapi dia beranggapan bahwa itu
mengganggu nya.
Aku beruntung
memiliki ibu seperti mamah ku. Dia tahu anak nya sedang patah hati, dan mamah
mengajakku pergi ke mall, walaupun aku keluar dengan mata sembab akibat
menangis semalaman.
Kisahku sudah
berakhir di tahun 2013. Hanya 2 atau 3 bulan aku bersama nya. Kini kami hidup bahagia dengan pilihan kami
masing-masing.
Terima kasih
sudah pernah hadir hidupku, beruang kutub. Semoga kita bisa hidup bahagia
dengan cara kita masing-masing.
SHA
DEPOK, 16 MEI 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar