Mei 17, 2020

KANGEN


“ Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang Melepas semua kerinduan
Yang terpendam... ”

Sepenggal lirik lagu Dewa 19 yang berjudul “Kangen” membuat kami dekat. Yang tak disangka menjadi sebagian kisah perjalanan hidup ku.

“ih mau dong bang kirimin lagunya”

“hmm yaudah sini gw kirim”

Percakapan disebuah warung kopi di depan tempat aku training. Setelah dia mengirimkan file lagu itu, kami bertukar nomor handphone. Yang pada saat itu dia masih menggunakan handphone merk Esia.

Sebelumnya kami memang memiliki misi rahasia. Yang dimana kami pura-pura dekat agar “Mereka” cemburu. Aku memang sedang dekat dengan teman nya waktu itu. Dan dia juga sedang mendekati sahabatku.

Tapi semesta berkata lain.

Di salah satu lantai di depan kamar tempat aku membantu nya membersihkan kamar itu.

“Lo sayang gak sama gw?”

Aku diam sejenak. Aku bingung jawab apa waktu itu.

“kalo lo serius sayang sama gw, kita jalanin aja”

Aku menganggukan kepala “ya gw sayang sama lo”

Entahlah. Itu jawaban dari hati atau dari mulut ku saja.

Tapi ku jalani hari dengan ceria saat itu. Seminggu pertama hubungan kami berjalan bahagia. Tanpa ada banyak yang tahu tentang hubungan kami. Alasan kami menyembunyikan hubungan kami adalah perbedaan umur yang jauh dan kami di lingkungan kerja yang sama. 16 tahun perbedaan umur kami.

Hanya sahabat-sahabat ku yang tahu tentang hubungan kami. Sebulan hubungan kami lewati bahagia. 

Setiap sabtu dia membawa motor RX KING kesayangan nya. Dan aku harus menunggu nya di dekat lampu merah agar tidak ada yang melihat kami pulang bersama.

Sedih sih harus menjalani hari-hari seperti itu. Sampai kami harus berdebat karena aku lelah harus menyembunyikan hubungan ini.

Hari jum’at aku tidak masuk kerja karena sakit. Tapi dia menjemput ku untuk di ajak ke rumah nya. 

Kondisi ku saat itu sudah lebih baik memang. Lebih baik ketika bertemu dengannya. Dengan motor RX KING kesayangan nya kami melewati jalan dengan bahagia, hanya aku yang bahagia saat itu. 

Mungkin hari itu akan bahagia untuk nya, tapi aku menolak lebih jauh lagi. Aku takut akan di tinggalkan jika dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.

Sore menjelang maghrib dia mengantarkan aku pulang ke rumah. Tapi entah mengapa aku merasa ada yang aneh di hari berikut nya. Memang beberapa hari kebelakang ini kami sering beda pendapat. 

Tapi lebih aneh setelah kejadian itu.

Pernah suatu hari aku menemukan isi pesan yang membuat aku hancur. Ah, ternyata dia masih mengaharapkan sahabatku. Bahkan dia juga mendekati sahabat ku yang lain.

Aku pernah salah. Saat aku kecewa dengan dia, aku meluapkan nya di sosial media. Dan setelah itu dia semakin berubah.

“gw gak suka dikekang. Gw gak suka cewek cerewet. Kita udahan aja.” Isi pesan terakhir dia.

Hancur? Tentu.

Padahal aku hanya ingin memberikan perhatian ku untuk nya, tapi dia beranggapan bahwa itu mengganggu nya.

Aku beruntung memiliki ibu seperti mamah ku. Dia tahu anak nya sedang patah hati, dan mamah mengajakku pergi ke mall, walaupun aku keluar dengan mata sembab akibat menangis semalaman.

Kisahku sudah berakhir di tahun 2013. Hanya 2 atau 3 bulan aku bersama nya.  Kini kami hidup bahagia dengan pilihan kami masing-masing.

Terima kasih sudah pernah hadir hidupku, beruang kutub. Semoga kita bisa hidup bahagia dengan cara kita masing-masing.

SHA
DEPOK, 16 MEI 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar