Mei 29, 2020

VESPA BIRU

“Apa lo liat-liat, suka lo ya?” ucapku asal.

“Iya gw suka sama lo” jawab nya

“CIEEE” suara riuh seluruh kelas.

Awal mula perjalanan hubungan kami dari teman sekalas menjadi sepasang kekasih.

Sejujurnya bukan dia yang ku mau. Tetapi teman nya yang sedang mendekati ku. Tapi ya aku sadar diri seperti apa aku waktu itu.

Sebenernya dia berniat menyatakan cinta nya tepat di tanggal ulang tahun ayah ku. Tapi aku masih belum rela tanggal itu harus menjadi spesial lagi. Bagiku tanggal itu hanya satu untuk ayah ku.

Selepas pulang sekolah dia mengajak aku untuk bicara. Karena aku yang mendesak nya, agar dia tidak memakai tanggal itu.

Sekolah sudah mulai sepi. Teman-teman kami yang tahu menunggu diluar kelas.

“apaan sih lo kelamaan dah. Mau ngomong apaan sih” desakku

“gw pengen nya nembak lo pas tanggal 10 tapi  lo nya maksa mulu”

“dih apaan sih. Mau ngapain lo nembak gw di tanggal lahir bokap gw? Gak boleh!” kata ku

“ya biar spesial gitu” jawab nya

“udah males kelamaan lo, gw mau balik” ucap ku kesal

“iya iya. Tunggu dulu dong. Gw deg-degan ini. Lo mau gak jadi cewek gw” tanya dia

“bilang gitu aja pake lama. Yaudah iya gw mau jadi cewek lo. Gw balik ya, udah kan” ucapku asal menerima permintaan dia untuk menjadi kekasih nya. Rasa suka belum aku rasakan saat dia menyatakan cinta nya.

Hari kami lalui bersama. Kebetulan aku sedang tinggal bersama kakek ku, dan rumah dia dekat dengan rumah kakek. Setiap berangkat dan pulang sekolah dia selalu mengantarku. Dengan Vespa Biru kesayangan nya.

Gaya pacaran kami di tahun 2013 akhir samapai 2014 awal seperti gaya pacaran anak jaman sekarang. Pasti kalian yang membaca ini mengerti maksud ku.

Usia ku lebih tua satu tahun diatas nya, tapi kami satu angkatan. Ketika dia berulang tahun yang ke 17, salah satu keinginannya adalah mendapatkan kejutan dari teman-teman nya karena dia belum pernah mendapatkan hal seperti itu.

Aku dan teman-teman yang lain merencanakan eksekusi kejutan untuk nya. Yang dimana aku berpura-pura minta putus dan tidak perduli akan hari ulang tahun nya. Dia mulai kesal dan marah. 

Teman-teman ku membantuku untuk mengulur waktu, karena hari itu dadakan dan aku tidak menyiapkan hadiah khusus untuk dia, aku bergegas ke salah satu pasar swalayan dekat dengan sekolah bersama sahabat ku untuk membeli kue kecil. Harga memang tidak seberapa, tapi aku mulai menyadari bahwa ya ketulusan nya membuat aku membuka hati untuk nya.

Dalam posisi dia di ikat di tiang gawang, teman-teman yang lain mulai membaluri nya dengan tepung dan telur, seperti membuat kue. Dia nangis. Saat dia nangis aku mambawakan kue kecil itu dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Ketika acara itu sudah selesai. Salah satu guru favorite ku bilang seperti ini, “kamu cantik loh, kok mau sama dia sih” tanya guru cantik favorite ku

“yah bu nama nya udah pake hati mah gak pandang dia ganteng atau jelek bu” jawabku sambil tersenyum

“dasar kamu. Yaudah sana pulang, jangan lupa itu di bersihin lapangan nya”

“oke ibu cantik” kataku

Sejujurnya, ada rintangan kecil yang kami hadapi. Yang dimana kami tertangkap basah orang tua nya dan itu membuat aku merasa bersalah karena hal itu. Selama sebulan aku tidak pernah lagi kerumah, bahkan sampai detik kami berpisah aku tidak pernah lagi berkunjung ke rumah nya karena malu.

Kami pernah berdebat hingga dia menangis. Dia cemburu karena ada salah satu rekan kerja ku saat training dulu mengirimkan pesan mesra kepada ku. Walaupun aku membalas seadanya tapi dia kecewa. Disitu aku baru pertama kali melihat tangisan lelaki paling tulus.

Maaf. Telah membuatmu menangis.

Hari kelulusan tiba. Harusnya aku bersama teman-teman ikut merayakan nya dengan mencoret-coret baju. Tapi dia melarangku untuk ikut. Entahlah kenapa dia seperti itu.

Setelah lulus aku mulai bekerja di tempat aku training dulu. Kami mulai jarang bertemu, walaupun dia sering bilang ingin ketemu. Dan ya maaf sekali lagi membuat mu kecewa. Disaat kamu mengharapkan kehadiran ku tetapi aku mulai melupakanmu dengan kesibukanku bekerja dan ada seseorang yang mulai aku suka.

Banyak yang bilang ketika hubungan yang di mulai dari masa sekolah tidak banyak yang awet. Itu berlaku untuk hubungan ku dengan dia. Teman-teman ku yang lain masih awet sampai sekarang. Aku baru sadar itu sekarang kalau itu tergantung dari diri kita sendiri untuk komitmen setia terhadap pasangan.

Hubungan kami hanya berjalan mungkin sekitar 9 bulan. Tapi banyak kenangan yang masih aku ingat hingga sekarang.

Ketika si Vespa Biru itu mogok aku setia menemani nya mendorong motor nya.

Ketika ban belakang vespa nya tiba-tiba lepas.

Ketika dia membelikan aku sebuah boneka yang berkacamata sesuai dengan dirinya yang memakai 
kacamata. Itu hadiah pertama dari dia, aku yang memilih. Lucu.

Hadiah anniversary kami yang ke 6 bulan dia memberikan aku secangkir gelas yang bergambarkan kami berdua. Entah gelas itu ada dimana sekarang. Tetapi boneka nya masih aku simpan dengan baik.

Kini kami punya kehidupan masing-masing. Dia sudah bahagia dengan pasangan baru nya kini. 

Sedangkan aku masih terus mencari arti kebahagiaan itu.

Terima kasih sudah hadir di hidupku. Tidak apa kamu memblokir akses ku untuk mencari tahu tentangmu. Aku pantas mendapatkan itu. Aku berharap kita masih bisa menjadi teman seperti awal dulu sebelum kisah itu.

Terima kasih, dan maaf pernah membuat mu kecewa dan menangis.

SHA
DEPOK, 28 MEI 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar